Skip to main content

Biography Ada Band


Ada Band mulai eksis tahun 1993, waktu itu mereka masih jadi spesialisasi pembawa lagu-lagu Top 40. Formasi pertama diperkuat oleh Ibrahim "Baim" Imran (gitar & vokal), Herry (kibor), Iso Eddy H (kibor), Elif "E´el" Ritonga (dram) dan Suriandika "Dika" (bas).
Keistimewaan Ada Band terletak pada para personelnya yang merupakan musisi-musisi berkualitas dan berprestasi serta memiliki latar belakang musik yang berbeda. Hal ini ternyata mampu menghasilkan leburan aransemen unik.
Leburan itulah yang terlihat di album perdana mereka, "Seharusnya" (1997). Album kedua Ada Band, "Peradaban" (2000) yang diproduksi oleh BMG Indonesia lahir setelah mereka absen sekitar dua tahun. Dari album ini, lahir hit "Oughh..!!" dan "Bilakah". Menjelang penggarapan album Tiara, Ada Band kehilangan dua personelnya, yaitu Iso dan E´el. Namun saat merilis Tiara, Mei 2001, grup ini dengan cepat mengisi kekosongan dengan merekrut Rama sebagai dramer baru. Sementara posisi kibordis yang ditinggalkan Iso dibiarkan kosong.
Terlahir Kembali!
Sayangnya, di pertengahan tahun 2002, Ada Band dibubarkan sepihak oleh Baim.Ia sendiri lantas merilis album solo bertajuk Fresh!. Pembubaran ini tidak berlangsung lama, karena beberapa bulan kemudian, dengan pertimbangan matang, Krishna, Dika dan Rama (para eks personil Ada band) ternyata kembali menghidupkan Ada Band.
Menyambut kelahiran kembalinya itu, Ada Band memperkuat formasi dengan merekrut gitaris dr.pm (Marshall) serta vokalis baru asal Surabaya yang berhasil mengungguli puluhan kandidat lain, Donnie. Mengenai kehadiran 2 personel baru ini Dika sang basis menyebutkan bahwa, "Marshall punya sesuatu yang bakal bikin Ada Band semakin berkembang, dan Donnie punya warna suara yang kita mau." Dengan formasi ini, Ada Band merilis album Metamorphosis di bawah naungan EMI Indonesia, pada pertengahan Februari 2003.

Comments

Popular posts from this blog

Cerita dewasa malam pertama pengantin baru

Cerita dewasa pengalaman pertama berhubungan seks. Malam pertama sepasang pengantin baru memadu kasih. Berbekal pengetahuan seks  yang didapat dari internet,  dikeheningan malam Si Joni mulai menjalankan misinya, misi sebagai seorang suami untuk pertama kalinya. Dengan penuh syahdu, si Joni tampak menikmati momen demi momen malam pertama yang dilaluinya. Seperti apa kisahnya, simak cerita dewasa berikut ini…

Adikku Sayang Adikku Manja

Segar sehabis mandi, Evi keluar dari kamarnya dan gteras di depan kamarnya di lantai 2, ia melihat adiknya, Nita, memasuki rumah dengan wajah merah kepanasan, namun tampak ceria. Nita baru pulang dari sekolah, kemeja putih dan rok birunya tampak lusuh. Tak melihat siapa pun di rumah, Nita langsung naik dan masuk ke kamarnya lalu menyalakan AC. Ia mencuci muka dan tangannya di kamar mandi dalam kamarnya saat mendengar kakaknya bertanya, “Hey, gimana pengumumannya?”
Nita keluar dari kamar mandi mendapatkan Evi bersandar di pintu kamarnya dengan tangan ke belakang.
“Nita diterima di SMA Theresia, Kak!” jawab Nita dengan ceria.
Evi berjalan ke arahnya dan memberikan sebuah kado terbungkus rapi.
“Nih, buat kamu. Kakak yakin kamu diterima, jadi udah nyiapin ini.”
“Duuh, thank you, Kak!” Nita setengah menjerit menyambar kado itu.

Air Mani Tidak Cepat Keluar

Alangkah nikmatnya bila setiap kali bersenggama, air mani tidak cepat keluar. Masalah air mani cepat keluar ternyata dialami oleh banyak pria. Biasanya mereka menjadi agak rendah diri setiap kali berhubungan seks dengan istri tercinta karena air mani yang cepat keluar membuat penis loyo dan butuh waktu lagi untuk membangunkan penis. Meningkatkan gairah seks suami sudah dilakukan, namun itu belum cukup. Padahal mungkin saja sang istri sedang birahi dan bersemangat untuk bercinta, namun bila sang suami sudah loyo duluan yang terjadi adalah rasa kecewa dan ketidakpuasan dipihak istri.

Ngentot Anak Perawan SMP

Cerita Panas Ngentot Anak Perawan SMP.
Tiba- tiba Kring.. Kring.. HP-ku berbunyi. Siang itu aku berada di kantor sedang membaca surat-surat dan dokumen yang barusan dibawa sekretarisku LIA, untuk aku tanda tangani. Kulihat di layar handphone ku tampak sebuah nomor telepon yang sudah kukenal.
“Hello.. Dita.. Apa kabar” sapaku.