Kemampuan Chris Pattikawa dalam menemukan bakat baru ternyata sangatlah mengagumkan. Salah satu ´temuan´ Chris yang paling diakui sampai saat ini adalah ketika ia ´mencium´ bakat mengagumkan ketiga personel AB Three, yakni Widi, Nola dan Lusy, di tahun 1994.

Ketiga cewwek muda ini pernah melejit dalam ajang kompetisi Asia Bagus yang pernah beken disiarkan di TVRI tahun 80-an. Lewat bimbingan Chris, yang pada waktu itu sekaligus berperan menjadi manajer AB Three, trio muda ini pun sedikit demi sedikit mulai diasah. Mulai dari kekompakan vokal, gaya panggung, busana sampai harmonisasipun mulai dimantapkan.
Hasilnya, selama menekuni karir dalam pentas musik, AB Three ternyata mampu meraih berbagai perhargaan internasional. Mulai dari "Second Prize Golden Stag" di Rumania, "Third Prize Midnight Sun Song Festival" di Finlandia serta menjadi tamu istimewa di berbagai festifal dan panggung musik dunia seperti di Turki, Tokyo, Lithuania, Latvia hingga Los Angeles. AB Three juga pernah menyabet penghargaan Grand Prix 11 SF (1995), Grand Prix Makfest, Macedonia (1997) dan Grand Prix Kazakhastan (1997).
Nggak cuma jadi jawara di beragam festival internasional, AB Three ternyata juga berhasil memikat pecinta musik dalam negeri. Namun kekompakan ketiga dara ini ternyata harus melalui ujian berat di tahun 2001. Tepatnya pada bulan Juni, ketika formasi Widi, Nola dan Lusy ternyata tidak dapat dipertahankan dan harus mengalami perubahan. Perubahan ini terjadi lantaran Lusy mengundurkan diri dan memutuskan untuk menekuni jalur solo.
Inikah Akhir Perjalanan AB Three?
Keluarnya Lusy bukan berarti bubarnya AB Three, karena posisinya lantas digantikan oleh Cynthia Lamusu. Untuk meyakinkan pecinta musik Indonesia bahwa AB Three masih terus eksis, mereka kemudian merilis album Auraku di tahun 2002.