Banyak orang mengira grup rock Jamrud sudah tinggal sejarah setelah ditinggal vokalisnya, Krisyanto, November 2007, yang kemudian diikuti hengkangnya drummer Herman beberapa waktu kemudian. Namun, band asal Cimahi ini mencoba buktikan bahwa mereka tak akan menyerah semudah itu.
Hari Rabu (12/11), Jamrud sedang menyelesaikan pengambilan gambar klip video lagu ”Ingin Kembali” di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan. Menurut produser Log Zhelebour, lagu tersebut adalah single pertama dari album terbaru Jamrud berjudul New Jamrud-Mimpi Jadi Presiden, yang akan dirilis oleh Logiss Records awal Desember nanti.
Baru

Jamrud tampil dengan formasi baru. Dua anggota asli yang masih bertahan adalah Azis MS pada posisi gitar dan Ricky Teddy pada bas. Sisanya adalah personel baru, yakni Jaja Amdonal (Donal, 25 tahun) mengisi posisi Krisyanto pada vokal, Danny Rachman (Danny, 25) menggantikan Herman di drum, dan tambahan satu gitaris, yakni Mochamad Irwan (Irwan, 24).
Dengan demikian, Jamrud baru ini menggunakan formasi gitar ganda. Menurut Azis, yang menjadi motor dan penulis sebagian besar lagu Jamrud sejak awal, formasi gitar ganda ini justru kembali pada bentuk Jamrud saat awal berdiri dulu. ”Dari dulu sebenarnya Jamrud selalu memakai format double guitar. Hanya setelah Fitrah meninggal, posisinya tidak pernah diganti secara resmi. Saat rekaman di studio, saya sendiri yang mengisi suara gitar kedua, sementara saat live di panggung, kami memakai pemain tambahan,” papar Azis.
Audisi

Perekrutan tiga pemain baru ini melalui proses audisi internal yang digelar Jamrud dan Logiss. Menurut Azis, audisi itu memakan waktu hingga enam bulan. ”Mencari personel baru ternyata tak semudah yang dibayangkan. Yang paling susah dari sisi pribadinya. Banyak pemain yang vokal atau permainan gitarnya sudah pas, tetapi ternyata terlibat narkoba,” ungkap gitaris bernama lengkap Azis M Siagian ini.
Jamrud masih menyimpan trauma kehilangan dua personelnya, yakni Fitrah (gitar, meninggal pada 1999) dan Shandy (drum, meninggal tahun 2000), karena masalah narkoba (Kompas, 22/7/2001). ”Konyol kalau kami mengulang sejarah pahit itu,” tukas Azis.
Karakter

Album baru ini berisi 10 lagu, yang terdiri atas tujuh lagu baru dan tiga lagu versi karaoke (minus one). Menurut Azis, Jamrud masih mempertahankan corak musiknya selama ini. ”Kami memakai materi yang dibikin Jamrud (formasi) lama, jadi tidak ada perubahan yang terlalu besar,” katanya.
Vokal Donal sepintas mirip karakter vokal khas Krisyanto, yang berat serak dan melafalkan huruf ”i” menjadi ”e”. Namun, masih terasa lebih ringan dibandingkan pendahulunya itu. Menurut Log, Donal memiliki perpaduan karakter vokal Krisyanto dan Roy Jeconiah (vokalis Boomerang).


Profile JAMRUD Sepanjang 30 tahun perjalanan bisnis industri rekaman, belum pernah sebuah album rock yang omzet penjualannya mencapai 2 juta kaset, dalam setahun. Dan rekor ini telah dipecahkan oleh Jamrud lewat albumnya yang bertitel Ningrat (2001). Tak heran bila lewat album ini Jamrud memborong penghargaan sebagai Grup Rock Terbaik, Penyanyi Terbaik, Lagu Rock Terbaik dan Album Rock Terbaik di ajang AMI – Sharp 2001. Tak berlebihan bila Log Zhelebour sebagai produser bilang bahwa apa yang telah dicapai Jamrud – grup rock asal Cimahi, Jawa Barat – yang kini diperkuat Azis MS (gitar), Ricky Teddy (bas), Herman (dram), dan Krisyanto (vokal) ini merupakan prestasi fantastik dalam blantika musik tanah air. Pertengahan ’96, mereka bertemu dengan Log Zhelebour, menawarkan master album. Dan, produser Logiss Records ini tertarik dengan musik ala Jam Rock, dan bersedia mengedarkan album tersebut. Termasuk kesepakatan berubah nama Jam Rock jadi Jamrud, guna hindari sengketa soal nama dengan personel yang pernah gabung di Jam Rock. “Secara logika saya dan teman-teman dapat menerima alasan itu, dan itu kita sepakat dari Jam Rock berubah menjadi Jamrud,” tutur Azis menceritakan. Akhir Desember 1996, dengan nama baru yaitu Jamrud, Azis dkk merilis debut album bertitel Nekad, terjual 200 ribu keping kaset. Disusul album berikutnya Putri (1997), terjual 300 ribu kaset. Kemudian album ketiga, Terima Kasih (1999) laku 900 ribu kaset. Sekaligus album ini menempatkan posisi Jamrud sebagai grup rock dan album rock terbaik di Anugerah Musik Indonesia 1999. Menjelang persiapan album keempat, Ningrat, Jamrud dilanda musibah dengan kehilangan dua personelnya, Fitrah dan Shandy, meninggal dunia akibat pengaruh ketergantungan narkoba. Berikutnya posisi Shandy digantikan oleh Herman. Lewat album Ningrat (2001), Jamrud kembali mencetak sukses besar dengan angka penjualan yang sangat fantasik 2 juta keping kaset. Album ini termasuk album rock terlaris sepanjang sejarah rock Indonesia. Lewat album ini pula, dinobatkan sebagai album rock terlaris versi AMI-Sharp 2001. Yang kemudian disusul oleh penghargaan dari Gen-B Extra Joss Awards 2002 sebagai biang musik tahun 2002. Dengan seabreg prestasi yang diraih, tak heran bila kemudian menempatkan Jamrud sebagai salah satu grup band termahal. Sebagai bonus atas prestasinya ini, Log kemudian mengajak mereka rekaman album ke-5 di Studio 301, Sydney – Australia, dan menghasilkan album bertajuk Sydney.09.01.02 (2002), yang kemudian dilanjutkan dengan menggelar pertunjukan keliling bertajuk Djarum Super Tour 50 Kota Indonesia. Di tengah kesibukan tour show, mereka sempat mengeluarkan album All The Best Show Hits – Jamrud yang menampilkan single hits berjudul Mengejar Nirwana (2004). Tak lama lagi Azis MS dkk sudah siap-siap untuk merilis album ke-6 bertajuk BO 18+. (lex)