New York, 2/07 (Reuters) – Emas tergelincir dari level tertinggi
sebelumnya pada hari Selasa, ditutup melemah karena dolar
menguat dan investor mencari indikasi lebih lanjut  bahwa Federal
Reserve AS akan segera mengakhiri atau menurunkan program
stimulus ekonominya.

Banyak yang menahan posisi sampai rilis laporan pekerjaan AS
pada Jumat mendatang yang akan menawarkan wawasan baru
terhadap pertumbuhan ekonomi AS.

Spot emas memperpanjang kerugian menjadi 0,81 persen pada
posisi $ 1,242.81 pukul 00:23 WIB, setelah naik sebelumnya ke dekat
satu minggu tertinggi di $ 1,267.20 per ounce. Emas berjangka AS
untuk pengiriman Agustus kehilangan 1,09 persen menjadi $ 1.242
per ounce.


Logam mulia bergerak lebih tinggi di awal perdagangan atas aksi
short covering setelah mengakhiri Juni dengan kerugian kuartalan
terbesar sejak setidaknya 1968. Tetapi kemudian gain tersebut tidak
bertahan lama karena beberapa manager uang menggunakan
kesempatan ini untuk menjual posisi beli-nya.

Investor berhati-hati dalam mengambil posisi baru sebelum
liburan Hari Kemerdekaan AS pada hari Kamis, menjelang laporan
tenaga kerja AS Jumat mendatang. Pembacaan yang kuat akan
mengangkat baik imbal hasil Treasury AS maupun dolar, dan pada
gilirannya akan membebani emas.

"Jika angka lebih baik dari yang diharapkan, momentum menjual
bisa muncul lagi," kata wakil senior presiden MKS Capital, Bernard
Sin.

Dolar naik ke puncak lima minggu terhadap sekeranjang mata
uang pada pandangan yang luas bahwa Federal Reserve
mempertimbangkan skala stimulus lebih cepat dari yang diharapkan
mengingat beberapa data ekonomi AS yang dikeluarkan memberikan
gambaran yang solid. (brc)