Posts

Showing posts with the label Dongeng

Pangeran Katak

By Brothers Grimm Pada jaman dahulu kala, ketika saat itu dengan mengharapkan sesuatu, hal itu dapat terwujud, ada seorang Raja yang mempunyai putri-putri yang sangat cantik jelita, dan putrinya yang termuda begitu cantiknya sehingga matahari sendiri yang melihat kecantikan putri termuda itu menjadi ragu-ragu untuk bersinar. Di dekat istana tersebut terletak hutan kayu yang gelap dan rimbun, dan di hutan tersebut, di bawah sebuah pohon tua yang mempunyai daun-daun berbentuk hati, terletak sebuah sumur; dan ketika cuaca panas, putri Raja yang termuda sering ke hutan tersebut untuk duduk di tepi sumur yang dingin, dan jika waktu terasa panjang dan membosankan, dia akan mengeluarkan bola yang terbuat dari emas, melemparkannya ke atas dan menangkapnya kembali, hal ini menjadi hiburan putri raja untuk melewatkan waktu.

Lima Butir Kentang

Dongeng dari India. Tersebutlah di sebuah dusun di pinggir kota tingal sebuah keluarga. Kepala keluarganya bernama Dheda. Dia tinggal bersama istrinya dan ketiga anaknya. Mereka sangat miskin, hingga untuk makan sehari-hari saja mereka sering kekuarangan. Maklumlah, Dheda hanya mengandalkan hasilnya mencari kayu bakar di hutan yang kemudian dia jual ke pasar. Hasilnya memang tidak seberapa. Tapi dari sanalah mereka bisa bertahan hidup.

Kisah Bintang Kutub

Di langit malam yang gelap, ada sebuah bintang yang tak pernah berpindah. Orang-orang menyebutnya Bintang Kutub. Bintang ini dapat menjadi pedoman untuk menetukan arah bagi para pelaut dan nelayan di laut lepas. Di India, bintang ini disebut Bintang Dhruva. Mengapa demikian? Begini ceritanya… Pada jaman dahulu, hiduplah seorang anak bersama Dhruva. Ia tinggal di tengah hutan bersama ibunya. Ibu Dhruva bernama Ratu Suniti. Ya! Dhruva memang putra mahkota seorang raja! Ayahnya bernama Raja Uttanapada. Seharusnya Dhruva dan ibunya tinggal di dalam istana. Tapi, karena kedengkian seorang kerabat istana yang ingin anaknya kelak menjadi raja, Dhruva dan ibunya di usir dari istana.

Kakak Beradik

By Andrew Lang Seorang anak laki-laki menarik tangan adik perempuannya dan berkata: "Lihat, kita tidak pernah merasakan kebahagiaan semenjak ibu kita meninggal. Ibu tiri kita selalu memukuli kita setiap hari, dan kita tidak berani berada di dekatnya karena dia selalu menendang kita untuk menjauh darinya. Kita tidak pernah dapat makanan yang baik kecuali remah-remah dan sisa-sisa roti. Seandainya saja ibu kita masih hidup dan tahu semua penderitaan kita ini! Mari ikutlah denganku, mari kita tinggalkan rumah ini." Lalu kakak beradik itupun meninggalkan rumah ibu tirinya, berjalan seharian penuh, dan saat hujan turun dengan deras adik perempuannya berkata: "Surga dan hati kita menangis bersama." Menjelang malam, mereka tiba di sebuah hutan yang besar, dan mereka merasa sangat kelelahan dan kelaparan setelah berjalan jauh. Mereka menemukan satu celah di pohon yang berlubang dan masuk ke celah pohon tersebut dan jatuh tertidur dengan cepat

Harpa Ajaib

Dongeng dari Inggris. Dahulu saat peri-peri masih sering mengunjungi manusia, mereka sering pergi ke pemukiman-pemukiman penduduk dengan menyamar. Tujuannya adalah untuk mengetahui sifat-sifat penduduknya. Mereka yang bertingkah buruk saat menerima para peri tersebut, akan mendapatkan bencana seumur hidup mereka. Beruntunglah bagi mereka yang bersikap baik, karena para peri tidak segan-segan menghadiahkan berbagai hadiah untuk mereka. Malam itu Morgan ap Rhys, menikmati kesendiriannya di depan perapian. Menikmati kepulan asap dari pipa tembakaunya dengan ditemani secangkir air jahe yang hangat. Aliran air hangat yang dihirupnya membangkitkan semangat di dalam dirinya sehingga tanpa disadari dia mulai bersenandung. Tidak jelas lagu apa yang dinyanyikannya, tapi suaranya yang indah membuat senandung itu begitu merdu. Dia sangat berhati-hati dalam memilih nada, karena sedikit saja nadanya meleset, maka lagu tersebut tidak lebih berarti dari suara lenguhan sapi, begitu pikirn...

Ikan Emas Ajaib

Dongeng dari Rusia. Jaman dahulu kala, di sebuah pulau bernama Buyan, tinggalah sepasang kakek dan nenek yang sangat miskin. Mata pencaharian si kakek adalah mencari ikan di laut. Meski hampir setiap hari kakek pergi menjala ikan, namun hasil yang didapat hanya cukup untuk makan sehari-hari saja. Suatu hari ketika si kakek sedang menjala ikan, tiba-tiba jalanya terasa sangat berat. Seperti ada ikan raksasa yang terperangkap di dalamnya. "Ah, pasti ikan yang sangat besar," pikir si kakek. Dengan sekuat tenaga si kakek menarik jalanya. Namun ternyata tidak ada apapun kecuali seekor ikan kecil yang tersangkut di jalanya. Rupanya ikan kecil itu bukan ikan biasa, badannya berkilau seperti emas dan bisa berbicara seperti layaknya manusia. "Kakek, tolong lepaskan aku. Aku akan mengabulkan semua permintaanmu!" kata si ikan emas. Si kakek berpikir sejenak, lalu katanya, "aku tidak memerlukan apapun darimu, tapi aku akan melepaskanmu. Pergilah!".

Grethel yang cerdik

By Brothers Grimm Dahulu kala ada seorang tukang masak yang bernama Grethel yang suka memakai sepatu bertumit merah, yang ketika keluar rumah selalu merasa bebas dan memiliki perasaan yang sangat baik. Ketika dia kembali ke rumah lagi, dia selalu meminum segelas anggur untuk menyegarkan diri, dan ketika minuman anggur tersebut memberi nafsu makan kepadanya, dia akan memakan makanan yang terbaik dari apapun yang dimasaknya hingga dia merasa cukup kenyang. Untuk itu dia selalu berkata "Seorang tukang masak harus tahu mencicipi apapun". Suatu hari tuannya berkata kepadanya "Grethel, saya menunggu kedatangan tamu pada malam ini, kamu harus menyiapkan sepasang masakan ayam". "Tentu saja tuan" jawab Grethel. Lalu dia memotong ayam, membersihkannya dan kemudian mencabuti bulunya, lalu ketika menjelang malam, dia memanggang ayam tersebut di api hingga matang. Ketika ayam tersebut mulai berwarna coklat dan hampir selesai dipanggang, tamu tersebut be...

Gendang Ajaib

Image
Dahulu kala di Jepang, hiduplah seorang pemuda bernama Hikaru. Kedua orang tua mereka telah lama meninggal. Hikaru sangat rajin membantu kakaknya menjual kayu di pasar. Tiap hari, ia masuk ke hutan untuk mencari kayu. Suatu hari, saat ia berada di hutan, tiba-tiba terdengar rintihan kesakitan. Hikaru segera mencari asal suara itu. Dan, tampak seorang kakek tertindih dahan besar. "Nak!" pinta si kakek saat melihat Hikaru. "Tolong aku! Aku sudah tak tahan lagi." Hikaru segera menolong kakek itu. Ia memakai sebatang kayu untuk mencungkil dahan pohon. "Kek, aku akan menghitung sampai tiga. Pada hitungan ke tiga, Kakek lompat keluar ya!" Si kakek mengangguk. Dengan sekuat tenaga, Hikaru mencungkil dahan besar itu. Akhirnya si kakek berhasil keluar. "Kau sangat baik, Nak! Hadiah apa yang kau inginkan?" tanya si kakek gembira. "Hho… hho," Hikaru terengah-engah. "Tidak perlu, Kek. Aku ikhlas menolong." Kak...

Gembala Sang Raja

Image
Raja Yosia memiliki 100 ekor domba pilihan. Bulunya putih bagaikan salju, muda, sehat, dan bersih. Pada waktu-waktu tertentu, 100 ekor domba itu dipersembahkan sebagai kurban untuk Tuhan. Kemudian sang gembala, Pak Kaleb, menyiapkan lagi 100 ekor domba pilihan. Ia memberi mereka makan rumput yang hijau segar. Dan membawa mereka minum ke air danau yang tenang. Juga menjaganya bila ada serigala menyerang. Namun, sekarang Pak Kaleb sudah tua. Ia harus diganti dengan seorang gembala muda yang tangkas dan kuat. "Pak Kaleb, kau pilihlah dulu tiga gembala muda calon penggantimu. Berikutnya aku yang akan menguji, untuk menentukan siapa yang pantas menggantikanmu!" titah Raja. Pak Kaleb segera melaksanakan perintah raja. Ternyata cukup banyak peminat. Rakyat negeri itu tahu, bekerja bagi Raja adalah kesempatan istimewa. Gajinya besar dan merupakan suatu kehormatan. Pak Kaleb menguji pengetahuan para calon penggantinya. Ia bertanya tentang cara menyisir bulu ...

Gadis dan Pohon Bernyanyi

Di sebuah kota pelabuhan yang ramai tinggallah seorang anak perempuan yatim piatu. Gadis namanya. Ayah dan ibunya meninggal dunia ketika ia masih kecil. Sejak itu Gadis tinggal bersama bibinya. Namum bibinya sangat kasar kepadanya. Gadis amat sedih. Akan tetapi ia mencoba tabah dan sabar. Gadis adalah anak yang rajin. Ia berusaha mengerjakan tugas-tugasnya dengan baik. Salah satunya adalah mengambil air dari sumur. Letak sumur itu sangat jauh dari rumah. Untunglah di tengah jalan ada sebatang pohon tua yang besar dan rimbun. Gadis sering singgah di bawah pohon itu untuk melepas lelah. Kadang-kadang, Gadis menangis sedih di bawah pohon itu. Ia merasa sendirian di dunia ini. Ia tak tahu harus mengadu kepada siapa. Diantara isak tangisnya, Gadis senantiasa berdoa agar Tuhan menjaga dan menolongnya. Anehnya, setiap kali ia menangis, pohon itu selalu mengembangkan ranting-rantingnya. Daun-daunnya bergerak dengan lembut dan berirama. Desiran halusnya bagaikan nyanyian merd...

Dapat Hadiah Tapi Dihukum

Li Hung yang tampan adalah ajudan Raja Ming. Raja ini memerintah sebuah kerajaan kecil yang damai. Raja Ming memiliki seorang putri cantik bernama Mei Mei. Suatu ketika, datanglah rombongan dari kerajaan besar yang diperintah Raja Chao. Raja Ming menyambut tamunya dan mengadakan pesta meriah. Setelah makan dan minum seorang kakek utusan Raja Chao berkata, "Raja kami telah mendengar berita kecantikan dan kebaikkan Putri Mei Mei. Raja ingin meminang Putri untuk menjadi istri putranya, Pangeran Huang." Raja Ming sangat terkejut. Pangeran Huang terkenal suka foya-foya, walaupun adiknya, Putri Mei Hoa, cantik dan baik budi… "Kami berterimakasih atas berita baik itu. Kami akan memikirkannya dan segera mengirim utusan ke negeri anda!" jawab Raja Ming. Rombongan dari kerajaan Chao setuju. Mereka lalu pamit pulang. Raja Ming lalu berdiskusi dengan permaisurinya. "Putriku harus menikah dengan pria baik-baik!" kata Raja Ming "Kalau...

Cinderella

Di sebuah kerajaan, ada seorang anak perempuan yang cantik dan baik hati. Ia tinggal bersama ibu dan kedua kakak tirinya, karena orangtuanya sudah meninggal dunia. Di rumah tersebut ia selalu disuruh mengerjakan seluruh perkerjaan rumah. Ia selalu dibentak dan hanya diberi makan satu kali sehari oleh ibu tirinya. Kakak-kakaknya yang jahat memanggilnya "Cinderela". Cinderela artinya gadis yang kotor dan penuh dengan debu. "Nama yang cocok buatmu !" kata mereka. Setelah beberapa lama, pada suatu hari datang pengawal kerajaan yang menyebarkan surat undangan pesta dari Istana. "Asyik… kita akan pergi dan berdandan secantik-cantiknya. Kalau aku jadi putri raja, ibu pasti akan gembira", kata mereka. Hari yang dinanti tiba, kedua kakak tiri Cinderela mulai berdandan dengan gembira. Cinderela sangat sedih sebab ia tidak diperbolehkan ikut oleh kedua kakaknya ke pesta di Istana. "Baju pun kau tak punya, apa mau pergi ke pesta dengan ba...

Cincin Sang Putri

Dongeng dari Ukraina. Beratus-ratus tahun yang lalu ada seorang raja dan ratu yang memiliki seorang putri yang sangat cantik. Kini sang putri sudah beranjak dewasa dan sudah saatnya untuk menikah. Raja mengadakan sayembara bahwa siapapun yang bisa mengambil cincin yang ada di jari manis sang putri tanpa ketahuan, boleh menikahi putri. Semua pemuda dari seluruh penjuru negeri memutar otak untuk bisa memenangkan sayembara, Namun sejauh ini belum ada yang bisa memikirkan bagaimana melepaskan cincin dari jari putri tanpa diketahui. Masalahnya putri tidak pernah jauh dari ayahnya. Kemanapun putri pergi, raja pasti menyertainya. Suatu hari seorang tukang bernama Fedko datang menemui raja. “Paduka, saya bisa mengambil cincin tuan putri,” katanya. “Lakukan! Dan putriku jadi milikmu!” kata raja. Lalu Fedko pergi menemui pamannya di desa. “Saya harus bisa mengambil cincin sang putri, tapi sepertinya sangat sulit karena putri selalu berada di dalam istana dan selalu dijaga ketat,” ...

Cerita Bintang

Karya Grimm Brothers. Pernah suatu kali ada seorang gadis kecil yang sudah yatim piatu. Dia begitu miskin sehingga tidak punya rumah yang bisa ditinggalinya, tidak ada tempat tidur tempat dia bisa melepaskan penat, yang tertinggal di dirinya hanyalah sebuah baju yang kini dipakainya dan sedikit roti untuk mengganjal perutnya. Meski sangat miskin, tapi dia adalah gadis yang sangat baik hati dan pemurah. Karena tidak ada sanak saudara yang bisa dimintai tolong, maka dia menyerahkan nasibnya di tangan Tuhan. Suatu hari dia berjumpa dengan seorang gelandangan tua yang kelaparan. “Nak, berilah saya makanan! Saya kelaparan!” katanya. Gadis itu memberikan semua roti yang dimilikinya dan berkata: “Semoga makanan ini bermanfaat!” lalu melanjutkan langkahnya. Tidak berapa jauh dari situ, dia melihat seorang anak sedang terisak. “Kepalaku kedinginan. Berilah aku sesuatu untuk menghangatkannya,” katanya. Gadis yang baik itu memberikan topinya tanpa ragu-ragu. Beberapa langkah dari sit...

Burung Pipit Berlidah Pendek

Dongeng dari Jepang. Jaman dahulu kala, di Jepang tinggalah sepasang kakek dan nenek. Kakek adalah seorang yang sangat baik hati dan pekerja keras. Sebaliknya nenek adalah seorang penggerutu dan senang mencaci maki, sikapnya juga kasar dan buruk. Itulah sebabnya kakek lebih suka menghabiskan waktunya dengan bekerja di ladang dari pagi hingga petang. Mereka tidak dikaruniai anak, tapi kakek memiliki seekor burung pipit yang selalu menghiburnya. Dia sangat cantik dan diberi nama Suzume. Kakek sangat menyayanginya. Setiap petang sepulangnya dari ladang, kakek akan membuka kandang Suzume, membiarkannya terbang di dalam rumah, lalu mengajaknya bermain, berbicara, dan mengajarinya trik-trik yang dengan cepat dipelajarinya. Suatu hari, saat kakek pergi bekerja, nenek mulai membereskan rumah. Kemarin nenek sudah menyiapkan bubur tepung beras untuk melicinkan pakaian yang sudah dicuci. Bubur itu disimpannya di atas meja. Tapi kini mangkuk buburnya telah kosong. Rupanya kakek lupa ...

Bulan Yang Iri Hati

Langit ditaburi bintang dan bulan yang bersinar indah. Senang sekali rasanya melihat keindahan malam dari ketinggian. Alam di bawah tampak sunyi. Hampir di setiap beranda rumah, tampak orang duduk-duduk. Mereka memandang ke langit. Bulan merasa senang, lalu katanya kepada bintang-bintang,"Lihat, teman-teman. Mereka mengagumiku." "Mengagumimu? Belum tentu. Mungkin mereka mengagumi kami," kata sebuah bintang. "Tapi dari bawah, aku kelihatan lebih besar dan indah!" sahut Bulan. "Huh, sombong!" sungut sebuah bintang pada teman-temannya. "Dia boleh saja sombong. Tapi, dia tak kan dapat mengalahkan Matahari," kata bintang yang lain. "Apa?" sahut Bulan terkejut. "Ya, kau tak bisa mengalahkan Matahari. Karena Matahari lebih banyak penggemarnya. Pagi hari, saat Matahari terbit, orang-orang ingin menyaksikannya. Waktu Matahari naik, orang-orang berjemur untuk kesehatan. Selain disukai, Matahari pun disegani. Walau...

Balas Budi Burung Bangau

Dahulu kala di suatu tempat di Jepang, hidup seorang pemuda bernama Yosaku. Kerjanya mengambil kayu bakar di gunung dan menjualnya ke kota. Uang hasil penjualan dibelikannya makanan. Terus seperti itu setiap harinya. Hingga pada suatu hari ketika ia berjalan pulang dari kota ia melihat sesuatu yang menggelepar di atas salju. Setelah di dekatinya ternyata seekor burung bangau yang terjerat diperangkap sedang meronta-ronta. Yosaku segera melepaskan perangkat itu. Bangau itu sangat gembira, ia berputar-putar di atas kepala Yosaku beberapa kali sebelum terbang ke angkasa. Karena cuaca yang sangat dingin, sesampainya dirumah, Yosaku segera menyalakan tungku api dan menyiapkan makan malam. Saat itu terdengar suara ketukan pintu di luar rumah. Ketika pintu dibuka, tampak seorang gadis yang cantik sedang berdiri di depan pintu. Kepalanya dipenuhi dengan salju. "Masuklah, nona pasti kedinginan, silahkan hangatkan badanmu dekat tungku," ujar Yosaku. "Non...

Anak Rajin dan Pohon Pengetahuan

Image
Pada suatu waktu, hiduplah seorang anak yang rajin belajar. Mogu namanya. Usianya 7 tahun. Sehari-hari ia berladang. Juga mencari kayu bakar di hutan. Hidupnya sebatang kara. Mogu amat rajin membaca. Semua buku habis dilahapnya. Ia rindu akan pengetahuan. Suatu hari ia tersesat di hutan. Hari sudah gelap. Akhirnya Mogu memutuskan untuk bermalam di hutan. Ia bersandar di pohon dan jatuh tertidur. Dalam tidurnya, samar-samar Mogu mendengar suara memanggilnya. Mula-mula ia berpikir itu hanya mimpi. Namun, di saat ia terbangun, suara itu masih memanggilnya. "Anak muda, bangunlah! Siapakah engkau? Mengapa kau ada disini?" Mogu amat bingung. Darimana suara itu berasal? Ia mencoba melihat ke sekeliling. "Aku disini. Aku pohon yang kau sandari!" ujar suara itu lagi. Seketika Mogu menengok. Alangkah terkejutnya ia! Pohon yang disandarinya ternyata memiliki wajah di batangnya. "Jangan takut! Aku bukan makhluk jahat. Aku Tule, pohon pengetahuan. Nah, p...

Aladin dan Lampu Ajaib

Dahulu kala, di kota Persia, seorang Ibu tinggal dengan anak laki-lakinya yang bernama Aladin. Suatu hari datanglah seorang laki-laki mendekati Aladin yang sedang bermain. Kemudian laki-laki itu mengakui Aladin sebagai keponakannya. Laki-laki itu mengajak Aladin pergi ke luar kota dengan seizin ibu Aladin untuk membantunya. Jalan yang ditempuh sangat jauh. Aladin mengeluh kecapaian kepada pamannya tetapi ia malah dibentak dan disuruh untuk mencari kayu bakar, kalau tidak mau Aladin akan dibunuhnya. Aladin akhirnya sadar bahwa laki-laki itu bukan pamannya melainkan seorang penyihir. Laki-laki penyihir itu kemudian menyalakan api dengan kayu bakar dan mulai mengucapkan mantera. "Kraak…" tiba-tiba tanah menjadi berlubang seperti gua. Dalam lubang gua itu terdapat tangga sampai ke dasarnya. "Ayo turun! Ambilkan aku lampu antik di dasar gua itu", seru si penyihir. "Tidak, aku takut turun ke sana", jawab Aladin. Penyihir itu kemudian ...