Slank Makin Melegenda Dewa 19 Makin Basi

Perhatian. Artikel ini amatlah subjektif. Kalau merasa belum siap mental, atau mengaku ngaku merasa Baladewa sejati. Silakan baca artikel yang berjudul Antara Slank dan Dewa 19 atau ini dulu.
2007. Slank mengeluarkan album akustik berjudul “Slow But Sure”. Tak ketinggalan Dewa 19 dengan “Kerajaan Cinta” nya. Slank melakukan sebuah revolusi dengan mengeluarkan album akustik, sebuah konsep album yang belum pernah digarap sebelumnya plus lagu lagu yang memang previously unreleased. Dewa 19? Basi, dengan cuma 2 lagu baru yang dilengkapi dengan lagu lagu lama yang sebagian diantaranya diaransemen ulang.
Slank masih tetap slenge’an, potret anak muda dan tidak ketinggalan memunculkan sesuatu yang selama ini menjadi salah satu ciri khasnya: topik sosial. Dewa 19 makin sok puitis dan sok romantis, mengangkat tema tema cinta yang kadang terlalu menggebu gebu atau berlebihan.

Slank masih bertahan dengan ide idenya yang sekaligus juga masih kreatif. Bimbim tidak berusaha menjadi penggerak tunggal band besar ini. Masih ada lagu lagu yang di ciptakan bukan oleh Bimbim. Bahkan ada satu lagu yang menurut saya akan menjadi lagu kebangsaannya Kaka Slank dan para Scooter mania : “My Scooter Love”.
Dewa 19 mulai kehabisan ide, Dhani makin menunjukkan otoritas tunggalnya sebagai pencipta, pengaransemen sekaligus produser album Dewa 19. Musik Dewa 19 malahan terkesan jalan ditempat, sekaligus ini menunjukkan bahwasanya Dhani belum mampu menemukan aransemen dan lagu lagu baru untuk dicontek dan dicampur adukkan. Seperti yang pernah ia lakukan dalam lagu Arjuna Mencari Cinta.
Dengarkan lagu “Arjuna Mencari Cinta” dari Dewa 19 di album keenam. Kemudian dengarkan lagunya Sting yang berjudul “Roxxane”, itulah lagu yang aransemennya dicomot Dhani. Sedangkan untuk mengisi lyricnya ia melakukan terjemahan bebas dari sebagian lyrics lagu U2 yang berjudul “I Still Haven’t Found What I’m Looking For”. Sedikit contoh :
I have climbed highest mountainI have run through the field
Only to be with you

Sudah kudaki gunung tertinggi hanya untuk mencari dimana dirimu


Sudah kujelajahi isi bumi


Hanya untuk dapat hidup bersamamu
Wanna find more? Click Here!
Bimbim makin romantis dengan istrinya, lagi lagi ia membuatkan lagu special buat Reny yang berjudul “Me & Reny”. Dhani mengais sisa sia kemesraannya dengan Maia Ratu lewat lagu “Dewi”nya. Lagu lagu di album baru Slank menunjukkan bahwa mereka tidak menghilangkan ciri khas, tapi tidak memaksakan lagu untuk menjadi seperti lagu lagu terdahulu yang pernah sukses.
Berbanding terbalik dengan 2 lagu baru Dewa 19 yang jelas sekali aransemennya mengekor kesuksesan aransemen lagu lagu terdahulu yang komersil. Bahkan lagu “Dewi” di telinga saya terdengar seperti lagu iklan Yamaha, artinya Dhani sedang kering kreatifitas, ia hanya memodifikasi lagu! Bukan mengkomposisi sesuatu yang baru. Mungkin ia terlalu sibuk dengan proyek sampingan macam “Obsesi Dewa Mencari Dewi Dewi”.
Slank tetap rendah hati, tidak pindah distributor sekaligus membuktikan kesetiaan mereka pada Virgo Ramayana Record yang menerbitkan dan membesarkan mereka. Dewa 19 (Dhani) sangat angkuh dan ambisius dengan memindahkan manajemen Dewa 19 ke disributor baru EMI. Meninggalkan Aquarius Musikindo yang menerbitkan dan membesarkan nama Dewa 19. Bimbim tidak menunjukkan individualistisnya dengan tidak menamai Slank Record dan Pulau Biru Production menjadi Bim’s Record atau Bimbim Production. Dhani menunjukkan egonya dengan menamakan proyeknya menjadi Ahmad Dhani Production.
Semakin terbukti, kekeluargaan di Slank, dan kebebasan dari Bimbim membuat Slank tetap bertahan dan terus melegenda. Otoritas Dhani di Dewa 19, membuat Dewa 19 mandek dalam ide, sekaligus memecah belah band ini lebih sering daripada Slank.

Comments